A Glimpse of the Exciting Field Trip of JHS GIS 3 Jogja in Semarang

Momen field trip siswa-siswa JHS GIS 3 Jogja

Yogyakarta – Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JHS GIS 3 Jogja) mengadakan kegiatan field trip yang diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 05.15–17.45 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 92 siswa.

Selama satu hari, mereka diajak menjelajahi berbagai objek wisata edukasi yang ada di Semarang. Rangkaian kunjungan tersebut meliputi Oemah Herborist, Museum Ranggawarsita, Bandeng Juwana Elrina, dan New Celosia.

Pada field trip ini, siswa dibagi menjadi dua kelompok yang mengunjungi tempat berbeda. Siswa kelas VII serta IX berkunjung ke Oemah Herborist dan kelas VIII mengunjungi Museum Ranggawarsita dan Bandeng Juwana Elrina. Sementara itu, New Celosia dikunjungi oleh seluruh siswa.

Sejak pagi, para siswa sudah memenuhi lobi primary, tampak segar dan bersemangat memulai kunjungan hari ini. Senyum bahagia tergambar di raut wajah ketika satu per satu dari mereka masuk ke bus sesuai denah yang sudah ditentukan.

Keceriaan siswa JHS GIS 3 Jogja dalam perjalanan field trip menuju Semarang
Keceriaan siswa JHS GIS 3 Jogja dalam perjalanan field trip menuju Semarang (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Awal Perjalanan yang Hangat di Oemah Herborist

Perjalanan dimulai pukul 06.30 WIB, ketika bus yang membawa para siswa mulai melaju meninggalkan area sekolah. Destinasi yang akan dituju pertama kali adalah Oemah Herborist. Destinasi ini memiliki konsep yang unik karena menyatukan antara pabrik dan museum mini tentang warisan herbal tradisional Indonesia.

Sampai di Oemah Herborist, siswa diarahkan ke sebuah ruangan bercahaya kuning yang menimbulkan kesan hangat. Di sana para siswa memulai petualangannya menjelajahi dunia herbal tradisional.

Di awal, siswa diberi penjelasan mengenai bahan herbal. Untuk memperdalam pemahaman, mereka diberi satu talenan berisi beberapa bahan, seperti jeruk nipis dan serai, yang segera saja diamati dan hirup aromanya. Terakhir, seorang siswa mencoba meracik sendiri bahan-bahan herbal menjadi sebuah minuman hangat.

Potret siswa GIS 3 Jogja sedang mempelajari bahan-bahan herbal Indonesia
Potret siswa GIS 3 Jogja sedang mempelajari bahan-bahan herbal Indonesia (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Setelah 2 jam mengeksplorasi bahan-bahan herbal tradisional Indonesia, para siswa diajak mengenal sejumlah produk perusahaan itu. Dengan semangat, mereka mencoba menghidu aroma parfum-parfum dan lulur. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi penutup kunjungan di Oemah Herborist.

Menggali Cerita Masa Lalu melalui Museum Ranggawarsita

Konon, Museum Ranggawarsita merupakan museum di Jawa Tengah yang menyimpan koleksi paling lengkap, mulai dari koleksi geologi, tinggalan berbagai peradaban di Jawa Tengah, teknologi dan kerajinan tradisional, sampai galeri kesenian. Secara umum, museum ini dibagi menjadi tujuh ruangan berbeda. Kelengkapan museum membuatnya cocok bagi proses pembelajaran siswa kelas 8.

Mata para siswa tidak lepas dari setiap koleksi yang dipamerkan. Mereka mendekat ke koleksi-koleksi tersebut sembari membawa buku catatan, bersiap merekam apa saja informasi yang diperoleh dari setiap koleksi. Informasi itu menjadi wawasan baru yang bisa mereka bawa pulang.

Siswa JHS GIS 3 Jogja tampak serius mencatat informasi dari koleksi Museum Ranggawarsita
Siswa JHS GIS 3 Jogja tampak serius mencatat informasi dari koleksi Museum Ranggawarsita (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Bandeng Presto Elrina: Mempelajari Ikon Kuliner Kota Semarang

Bicara tentang Semarang, tentu tidak boleh melupakan olahan bandeng presto yang telah menjadi ikon kuliner kota ini. Biasanya, olahan ikan itu dijadikan sebagai oleh-oleh khas kota ini. 

Tak ketinggalan, siswa kelas 8 JHS GIS 3 Jogja dikenalkan dengan olahan bandeng presto di Bandeng Juwana Elrina. Selain diberi penjelasan tentang bisnis bandeng presto dan ditunjukkan contoh produknya, secara bergiliran mereka mencoba membumbui bandeng, merasakan pengalaman mengolah bandeng secara langsung.

Momen keseruan siswa JHS GIS 3 Jogja saat praktik mengolah bandeng
Momen keseruan siswa JHS GIS 3 Jogja saat praktik mengolah bandeng (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Pancarona Bunga-Bunga di New Celosia

Destinasi yang menjadi penutup perjalanan hari ini adalah New Celosia, sebuah taman bunga dan taman bermain yang indah di kaki Gunung Ungaran. Aneka warna bunga dan bangunan-bangunan bernuansa istana menyambut kehadiran para siswa, membuat suasana terasa lebih hidup dan ceria.

New Celosia juga memiliki banyak wahana hiburan lain, misalnya rainbow slide, ontang-anting, hysteria, dan kora-kora. Wajah riang dan teriakan histeris para siswa yang menaiki wahana tersebut menambah ramai suasana di New Celosia saat itu.

Keceriaan siswa JHS GIS 3 Jogja saat menaiki wahana kora-kora di New Celosia
Keceriaan siswa JHS GIS 3 Jogja saat menaiki wahana kora-kora di New Celosia (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Field Trip sebagai Model Pembelajaran yang Efektif

Activities field trip mampu meningkatkan kerja sama, kemampuan inovasi, dan kreativitas siswa. Mengamati objek pembelajaran secara langsung membuat siswa lebih meresapi apa yang mereka pelajari. Model belajar semacam ini lebih efektif daripada yang hanya berpaku pada buku teks.

GIS 3 Jogja secara berkala mengadakan kegiatan field trip. Ini merupakan wujud komitmen sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik yang tidak hanya berfokus pada teori di kelas, tetapi juga melihat praktik langsung di lapangan. Cara ini membuat siswa lebih memahami dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *