Nurturing Faith, Etiquette, and Social Care: Ramadhan Camp at JHS GIS 3 Jogja

Para siswa berfoto bersama ustaz pengisi kegiatan Iftar Jama'i & Pesantren Ramadan JHS

Yogyakarta – Pagi itu matahari bersinar cerah, seolah ikut ceria layaknya siswa-siswi Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) yang tampak riang dan bersemangat untuk mengikuti Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadhan.

Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadhan tahun ini mengusung tema “Improving Etiquette Towards Others and Fostering a Sense of Social Care” dan digelar pada hari Jumat–Sabtu, 6–7 Maret 2026.

Bertempat di gedung sekolah, kegiatan ini diikuti oleh 91 siswa JH GIS 3 Jogja. Namun, ada perbedaan waktu pelaksanaan antara grade 8 dan grade 7 serta 9. Pesantren Ramadhan hanya diikuti oleh grade 8. Mereka akan menginap di sekolah selama 2 hari 1 malam. Sementara itu, grade 7 dan 9 akan mengakhiri kegiatannya sekitar pukul 20.15 WIB.

Siswa JHS GIS 3 Jogja tampak serius menyimak materi yang disampaikan ustaz
Siswa JHS GIS 3 Jogja tampak serius menyimak materi yang disampaikan ustaz (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Hari Pertama: Dalam Cahaya Ramadhan, Iman dan Akhlak Ditanamkan

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 11.15 WIB dengan agenda Opening Ceremony. Sebagai pertanda dibukanya kegiatan Pesantren Ramadhan, bas hadrah dipukul sebanyak tiga kali. Suaranya menggema di ruangan, memancing tepuk tangan meriah para hadirin.

Memasuki waktu salat Jumat, siswa putra bersiap salat di basemen Primary, sedangkan siswa putri akan mengikuti program keputrian di ruang-ruang yang telah ditentukan sesuai grade mereka. Kegiatan ini memberi kesempatan, baik siswa putra maupun putri, untuk mengembangkan diri dengan caranya masing-masing.

Pukul 13.00 WIB, kegiatan berlanjut ke game tebak kata. Setiap siswa dibagi ke dalam sembilan kelompok. Enam siswa akan mewakili kelompoknya untuk menebak kata yang ditampilkan teacher. Suasana terasa begitu seru, sorak sorai teman-teman mewarnai perlombaan tersebut.

Potret keseruan siswa ketika bermain game bersama kelompoknya
Potret keseruan siswa ketika bermain game bersama kelompoknya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Setelah sesi yang menyenangkan dan memunculkan tawa, siswa melaksanakan tadarus bersama-sama, masih dengan kelompoknya. Setiap kelompok memiliki satu teacher sebagai PIC yang akan memandu dan mendampingi siswa. Kegiatan ini seketika mengubah suasana yang awalnya ramai, menjadi khusyuk dan tenang.

Membaca Asmaul Husna menjadi agenda berikutnya. Sound Asmaul Husna diputar sebagai panduan untuk para siswa. Lewat kegiatan ini, siswa diajak untuk semakin mengenal Allah swt. agar keimanan mereka dapat meningkat.

Sebelum salat Asar berjemaah, siswa mendengarkan kultum dari empat orang siswa kelas 8 terlebih dulu. Melalui kultum tersebut, mereka berbagi nasihat dan pengingat tentang pentingnya menjaga iman serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang siswa berdiri di podium dan menyampaikan kultum sebelum salat Asar
Seorang siswa berdiri di podium dan menyampaikan kultum sebelum salat Asar (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Pukul 16.00 WIB, diselenggarakan Ramadhan Talk yang bertajuk “Dalam Cahaya Ramadhan, Iman Tumbuh Akhlak Berbuah”. Ustad Bramantyo Suryo Nugroho, S.H., M.H. dihadirkan untuk menemani proses belajar siswa.

Ramadhan Talk berjalan dengan seru dan menyenangkan, meskipun bernuansa edukatif. Pada sesi tanya jawab, tangan-tangan siswa terangkat, menandakan mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi. Mereka diberi hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kemampuan berpikir kritisnya.

Santunan kepada anak yatim dilakukan oleh OSIS dan Ms. Dea selaku kepala sekolah JHS GIS 3 Jogja. Perwakilan OSIS akan menyerahkan bingkisan, sedangkan Ms. Dea akan memberikan uang. Pemberian santunan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekolah kepada kelompok masyarakat sekaligus sarana untuk mengajarkan siswa berbagi.

Momen ketika perwakilan siswa menyerahkan paket santunan kepada anak yatim
Momen ketika perwakilan siswa menyerahkan paket santunan kepada anak yatim (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Waktu menjelang berbuka diisi dengan penampilan empat orang siswa yang menyenandungkan lagu-lagu bernuansa religi. Menjelang azan Magrib, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Para siswa diajak mendoakan siswa kelas 9 yang tidak lama lagi akan melaksanakan ujian kelulusan.

Azan Magrib yang terdengar kemudian menjadi pertanda dimulainya serangkaian aktivitas peribadatan siswa. Setelah berbuka puasa, salat Magrib, dan makan malam, siswa melanjutkan kegiatan dengan salat Isya, Tarawih, dan tadarus Al-Qur’an. Sejenak, suasana terasa begitu tenang dan tenteram seiring dengan ayat-ayat suci yang dibaca siswa.

Tadarus pun usai. Siswa kelas 7 dan 9 mulai bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun sebelum pulang, panitia terlebih dahulu mengumumkan para pemenang game dan menyerahkan hadiah kepada mereka. Suasana kembali riuh dengan tepuk tangan dan senyum bahagia dari para siswa.

Siswa mengambil hidangan berbuka dengan tertib sesuai giliran
Siswa mengambil hidangan berbuka dengan tertib sesuai giliran (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sepeninggal siswa kelas 7 dan 9, siswa kelas 8 diajak mengikuti sesi muhasabah atau introspeksi diri. Mereka melalui empat pos, yaitu akidah/tauhid, adab/akhlak, syariat, dan kehidupan sosial. Melalui kegiatan ini, siswa diajak merenungi berbagai hal agar ke depannya dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Kegiatan panjang di hari pertama ini ditutup dengan tidur malam sekitar pukul 22.20 WIB di homebase masing-masing. Setiap siswa terlelap nyenyak, bermimpi indah, sebelum besok pagi terbangun dan kembali beraktivitas. Di tengah hening malam ini, guru-guru berpatroli, memastikan situasi kondusif dan siswa sudah beristirahat.

Hari Kedua: Pagi yang Penuh Berkah di Pesantren Ramadan

Pukul 03.15 WIB, siswa bangun untuk melaksanakan salat Tahajud. Tak perlu menunggu lama, mereka mengambil wudu dan melangkah ke Hall JHS. Salat malam itu menjadi pembuka hari yang menenangkan dan menenteramkan hati.

Dengan mata ditutup hasduk pramuka, siswa menghadapi pos dalam sesi muhasabah diri
Dengan mata ditutup hasduk pramuka, siswa menghadapi pos dalam sesi muhasabah diri (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Usai salat Tahajud, siswa diarahkan untuk santap sahur. Makanan sudah tersaji, siswa dipersilakan untuk mengambilnya dengan tertib, satu per satu. Dengan lahap, mereka menyantap sampai habis hidangan sahur yang menjadi bekal ibadah puasa hari ini.

Kenyang santap sahur, siswa segera beranjak ke dalam Hall JHS untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah, mendengarkan dan/atau menyampaikan kultum, serta tadarus. Kegiatan ini mengajak siswa untuk memulai pagi dengan pikiran yang jernih dan hati yang bersih.

Pagi itu diisi dengan mini games, salat Duha, dan khotmul jama’i. Kegiatan tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus mempererat kebersamaan siswa setelah melalui rangkaian panjang Pesantren Ramadan. Tidak hanya sarat akan nilai-nilai agama, aktivitas-aktivitas ini juga mengajak siswa bergembira bersama.

Lima orang siswa putra siap mengikuti sesi mini games dengan membawa properti balon
Lima orang siswa putra siap mengikuti sesi mini games dengan membawa properti balon (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sekitar pukul 08.00, siswa sudah bersiap untuk pulang. Sebelumnya, terlebih dulu mereka melakukan refleksi, mengingat kembali hal-hal yang sudah mereka lakukan. Mereka diminta mengisi Google Form sebagai media penyampaian refleksi. Setelah foto bersama, satu per satu siswa meninggalkan sekolah, pulang ke rumah masing-masing.

Merawat Iman dan Kepedulian di Bulan Ramadan

Meski berlangsung dalam waktu singkat, kegiatan Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadhan diharapkan dapat memberikan dampak yang nyata kepada siswa. Melalui kegiatan ini, ditanamkan nilai-nilai penguatan dan pembiasaan ibadah serta kepedulian terhadap sesama.

Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadhan merupakan cerminan dari Pilar Keislaman yang diusung GIS 3 Jogja. Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi suatu bukti bagaimana sekolah menempa siswanya, bukan hanya di bidang akademik, tetapi juga agama.

Siswa-siswi kelas 8 berfoto bersama sebelum kepulangan
Siswa-siswi kelas 8 berfoto bersama sebelum kepulangan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk memahami nilai dan ajaran Islam serta memaknai bulan suci Ramadhan lebih mendalam. Jadi, Ramadhan bukan hanya dijalani sebagai rutinitas, tetapi juga momen untuk memperkuat iman dan akhlak. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *