The World in Virtual Space: The Vibrancy of Sister School JHS GIS 3 Jogja with Partner Schools Worldwide

Siswa sedang mengikuti Colloquium Sister School

Yogyakarta – Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JHS GIS 3 Jogja) menyelenggarakan program Sister School yang diadakan oleh Personalization Project Foundation. Program ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 8 JHS GIS 3 Jogja.

Personalization Project Foundation sendiri merupakan organisasi nonprofit yang berpusat di Jepang dan berfokus untuk memfasilitasi siswa-siswi agar terhubung secara global dan dapat bertukar pikiran serta mengenal budaya satu sama lain. 

Cerita-Cerita dari Ruang Virtual

Sister School dibagi menjadi dua sesi, yaitu proses pembelajaran dan forum empat negara. Sesi pembelajaran dilaksanakan selama lima kali pertemuan, bertepatan dengan pelajaran Bahasa Inggris dalam rentang waktu 2 September–21 Oktober 2025.

Siswa-siswi JHS GIS 3 Jogja bertemu teman-teman luar negeri melalui Zoom Meeting
Siswa-siswi JHS GIS 3 Jogja bertemu teman-teman luar negeri melalui Zoom Meeting (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Zoom Meeting berubah menjadi ruang virtual yang menghubungkan siswa-siswi dari berbagai negara. Di sana, mereka belajar serta saling berbagi cerita, canda, dan tawa. Suasana belajar jadi terasa lebih menyenangkan dan seru.

GIS 3 Jogja berkesempatan belajar bersama Funairi High School dari Hiroshima, Jepang. Tidak ketinggalan, GIS Jakarta dan GIS 2 Serpong juga ikut serta. Sementara dua sekolah lain, Immaculate Conception School of Baliuag (Filipina) dan Collegio Mundo Magico (Guatemala) bertukar pengalaman di ruang berbeda.

Para siswa dibagi ke dalam beberapa breakout rooms yang masing-masing berisi 2 siswa Indonesia dan 2 siswa Jepang. Pembagian ke dalam ruang-ruang kecil ini memastikan setiap siswa memiliki keterlibatan dan kesempatan bicara yang sama.

Potret keceriaan siswa saat mengikuti Colloquium Sister School
Potret keceriaan siswa saat mengikuti Colloquium Sister School (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Pada pertemuan pertama, siswa diminta menyiapkan satu foto untuk memperkenalkan dirinya. Kegiatan ini membuat siswa bisa mengenal satu sama lain supaya tercipta perasaan dekat terhadap teman-teman barunya.

Mulai dari pertemuan kedua sampai terakhir, siswa dari setiap negara membahas tentang satu objek yang sudah dipilih. Mereka mendiskusikan bagaimana objek itu diproduksi, didistribusi, dan digunakan di masing-masing negara.

Forum empat negara dilaksanakan sebanyak 4 kali pada tanggal 13, 20, dan 27 Januari 2026 serta 3 Februari 2026. Setiap pertemuan menghadirkan ruang dialog lintas budaya bagi para siswa.

Momen ketika seorang siswa sedang berbincang dengan teman dari Sister School
Momen ketika seorang siswa sedang berbincang dengan teman dari Sister School (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Belajar dari Dunia, Bertumbuh Bersama

Di era saat ini, jejaring global menjadi suatu hal yang penting bagi generasi muda karena dapat memberi peluang untuk pengembangan dirinya. Realitas itu mendorong sekolah untuk menyelenggarakan program yang relevan demi memfasilitasi kebutuhan siswa.

Sister School merupakan suatu program inovatif yang dirancang untuk memperluas dan memperkaya pengalaman belajar siswa melalui pertukaran budaya dan pendidikan yang mendalam.

Program ini membuka ruang bagi siswa untuk bertemu dan mengeksplorasi dunia yang lebih luas. Perbedaan budaya yang hadir bukan menjadi jarak, melainkan jembatan, tempat mereka belajar saling memahami, menghargai, dan melihat dunia.

Raut wajah serius terpancar dari wajah siswa ketika sedang mengikuti Colloquium Sister School
Raut wajah serius terpancar dari wajah siswa ketika sedang mengikuti Colloquium Sister School (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Selain itu, siswa diajak melampaui batas keberanian dan kepercayaan diri mereka. Di ruang yang sama, perbedaan kemampuan bahasa dan rasa percaya diri justru mengajarkan arti empati dan belajar saling memahami, bukan saling membandingkan atau meremehkan.

Program Sister School menjadi bukti bagaimana JHS GIS 3 Jogja merealisasikan Pilar Keglobalan yang diusungnya. Melalui program ini, siswa-siswi disiapkan untuk menjadi bagian dari masyarakat global yang adaptif dan siap menghadapi tantangan di masa depan. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *