Yogyakarta – Setiap siswa memiliki potensi dalam dirinya. Tugas lembaga pendidikan adalah menyediakan ruang supaya potensi tersebut dapat terlihat dan terus bertumbuh. Hal tersebut menjadi alasan GIS 3 Jogja menyelenggarakan GIS CUP 2025 sebagai wadah siswa untuk mengasah kompetensi akademiknya.
GIS CUP 2025 batch 1 sukses terlaksana pada Sabtu, 29 November 2025. Bukan hanya siswa, guru dan tenaga kependidikan (tendik) JHS GIS 3 Jogja juga turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Sesuai tema “Get Ready to Excel, Get Ready for Junior High” yang diangkat tahun ini, GIS CUP 2025 memotivasi siswa-siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui try out TKA-TKAD.

Langkah Berani Siswa di Arena GIS CUP 2025
Pukul 07.00 WIB, satu per satu peserta GIS CUP 2025 mulai berdatangan, membuat lobi JHS yang semula lengang perlahan menjadi lebih ramai dan bersemangat. Mereka lah para siswa yang akan berkompetisi, membawa keberanian untuk menghadapi soal-soal yang menanti.
Setelah menyelesaikan proses registrasi, para peserta diarahkan ke ruang kelas masing-masing, tempat di mana mereka akan berjuang menaklukkan soal-soal try out selama dua jam. Suasana kelas begitu hening dan tertib. Setiap anak tampak fokus dan berkonsentrasi pada soal-soal di hadapannya, memunculkan raut serius di wajah.
Usai dua jam yang terasa panjang, siswa-siswi peserta GIS CUP diberi waktu selama 15 menit untuk beristirahat, memulihkan kembali energi yang sempat terkuras oleh soal-soal try out. Lapangan basket GIS 3 Jogja sudah diisi dengan stand-stand kuliner yang siap mengatasi lapar dan dahaga peserta.

Acara berlanjut ke penampilan siswa JHS GIS 3 Jogja, doorprize, dan pengumuman pemenang. Hadir dalam balutan pakaian bernuansa tradisional Jawa, siswa JHS memamerkan bakat bermusik mereka, mulai dari menyanyi sampai memainkan alat musik, seperti gitar dan angklung.
Momen yang paling mendebarkan sekaligus paling ditunggu pun tiba. Tiga orang peserta dengan skor tertinggi dinobatkan sebagai juara GIS CUP 2025. Sebagai apresiasi, ketiganya memperoleh uang pembinaan dan sertifikat.
Tentu tidak semua menjadi juara, tetapi setiap peserta tetap pantas diapresiasi atas keberanian mereka dalam menghadapi tantangan. Try out GIS CUP 2025 ini bukan sekadar mengasah kemampuan akademik siswa, tetapi juga ketahanan mental mereka, bagaimana mereka menyelesaikan persoalan yang dialami.

Di sesi berikutnya, peserta GIS CUP 2025 dipisah menjadi dua kelompok sesuai pilihan mereka ketika registrasi: trial class atau pembahasan. Panitia memberi peserta kebebasan untuk mengikuti kegiatan yang mereka inginkan dan dirasa sesuai dengan kebutuhannya.
Peserta yang memilih trial class akan dibagi ke dalam tiga kelompok. Setiap kelompok akan mengikuti tiga sesi berbeda, meliputi Social, Science, dan Math, dengan durasi 20 menit per sesi. Setelah satu sesi selesai, setiap kelompok akan berpindah ke sesi lainnya secara bergantian.
Sesi Science memberi peserta pengalaman tentang eksperimen asam dan basa. Di sesi Math, peserta diajak belajar sambil bermain melalui board game tentang operasi bilangan positif dan negatif. Sementara itu, pada sesi Social, peserta dikenalkan pada berbagai provinsi di Indonesia melalui metode interactive learning dengan komputer.

Pembagian sesi tersebut membuat semua peserta bisa merasakan seluruh pengalaman, tanpa terkecuali, secara efektif. Model pembelajaran seperti ini membuat peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih beragam dan menyeluruh.
GIS CUP 2025 sebagai Ruang Pengembangan Potensi Siswa
GIS CUP 2025 diselenggarakan sebagai ruang belajar dan pengembangan potensi diri siswa. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi secara intelektual, spiritual, maupun sosial.
Kompetisi try out membantu siswa menumbuhkan sikap kompetitif, sportivitas, dan kerja sama. Melalui try out pula, siswa belajar tentang arti perjuangan dan semangat pantang menyerah.
GIS 3 Jogja berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter positif. Lebih dari kompetisi akademik, GIS CUP mengajarkan siswa bahwa tidak ada hasil tanpa usaha yang sungguh-sungguh. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

