Yogyakarta – Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JH GIS 3 Jogja) tengah disibukkan dengan serangkaian agenda pemilihan umum (pemilu) ketua dan wakil ketua OSIS yang baru. Tahun ini, ada tiga pasangan calon (paslon) yang bersaing memperebutkan posisi tersebut.
Sebelum para siswa menentukan paslon dukungannya, tentu mereka harus paham terlebih dulu tentang latar belakang, visi misi, dan program unggulan ketiga paslon. Pemahaman ini menjadi penting karena memberi siswa kesempatan untuk menilai dan mengidentifikasi kesesuaian paslon dengan nilai-nilai sekolah.
Sama seperti pemilu pada umumnya, JHS juga menyelenggarakan Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Kegiatan ini digelar di Multipurpose Hall JHS pada hari Senin, 14 September 2026.

Kegiatan debat semacam ini bukan hanya wadah kampanye bagi tiap paslon, melainkan juga ruang agar tiap siswa bisa memahami gagasan paslon hingga akhirnya menentukan pilihannya.
Menguji Gagasan, Menakar Kepemimpinan
Setelah sesi pembukaan yang khidmat, Mr. Syarif memberi sambutan yang penuh arti. “Dengan mencalonkan diri sebagai ketua dan wakil ketua OSIS, artinya ada kesadaran bahwa kita punya tanggung jawab lebih,” tutur beliau. Sambutan singkat itu ditutup dengan pesan sederhana agar audiens bersikap baik dan tidak anarki sepanjang kegiatan.
Gemuruh tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan saat calon ketua dan wakil ketua OSIS masuk secara berurutan. Di belakang masing-masing paslon, tim sukses (timses) mengikuti sambil membawa poster serta atribut lain sebagai bentuk dukungan dan ajakan untuk memilih paslon tersebut.

Ketiga paslon segera menempati tiga pasang meja di depan sana. Di kanan kirinya, ada empat panelis yang akan mengajukan pertanyaan kepada mereka. Setiap panelis mewakili salah satu dari 4 Pilar Kekhasan GIS.
Sesi Debat yang Kompetitif dan Penuh Aspirasi
Debat diawali dengan sesi satu, yaitu pernyataan pembuka. Paslon dipersilakan untuk memperkenalkan diri, kepemimpinan menurut perspektif mereka, sekaligus alasan mereka mengajukan diri sebagai calon ketua dan wakil ketua OSIS.
Sesi satu membawa kita pada pemahaman bahwa setiap paslon memiliki nilai yang berbeda. Paslon 1, misalnya, menginginkan kepemimpinan yang berintegritas dan berdampak. Paslon 2 menekankan pada kesempatan yang luas untuk semua, sedangkan paslon 3 menjunjung tinggi demokrasi dan merangkul keberagaman.

Visi, misi, dan program unggulan dipaparkan di sesi kedua. Di sesi ke-3 sampai ke-6—tanya jawab dengan panelis, studi kasus kepemimpinan, uji gagasan antarpasangan calon, dan aspirasi siswa—ketiga paslon diberi pertanyaan seputar program kerja dan opini mereka terhadap berbagai kasus.
Sesi terakhir ialah pernyataan penutup dari tiap paslon. Mereka kembali menegaskan visi misi serta apa yang membuat mereka layak menempati posisi tersebut. Sebagai penutup, mereka menandatangani deklarasi pemilu damai.
Debat Calon Ketua-Wakil Ketua OSIS: Potret Demokrasi Negara Kita
Debat calon ketua dan wakil ketua OSIS ini merupakan lingkup kecil praktik demokrasi di negara kita. Selain melatih siswa untuk berani mengambil tanggung jawab, kegiatan ini juga melatih mereka untuk bisa berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu persoalan.

Lewat kegiatan ini pula, anak-anak dilatih berpikir analitis, mengambil keputusan secara bijak, dan menghormati pilihan satu sama lain. Harapannya, debat ini membuat para siswa semakin yakin atas paslon dukungannya. Yel-yel yang meriah dari setiap timses mengakhiri debat yang berlangsung dengan semarak sekaligus kompetitif. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

