Yogyakarta – Kita memahami bahwa narkoba adalah suatu hal yang berbahaya dan bersifat merusak. Remaja yang sedang berada di fase pencarian jati diri menjadi pihak yang rentan terpengaruh zat adiktif ini.
Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JH GIS 3 Jogja), yang menjadi tempat bertumbuh 92 siswa usia remaja, menyadari realita ini dan meresponsnya dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi sekaligus deteksi dini melalui tes urine.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 September 2026, pukul 10.00–11.00 di Multipurpose Hall JHS. Sekolah turut menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman sebagai pemateri demi memastikan anak-anak memperoleh informasi yang akurat langsung dari ahlinya.
Menjadi Remaja yang Berani Melawan Narkoba
Kepala BNN Kab. Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., menyampaikan langsung materi yang diberi judul “Peran Remaja dalam Menghadapi Narkoba”. Gaya presentasi beliau yang interaktif mengajak anak-anak untuk aktif dan berani menyuarakan pendapatnya.

Kerentanan generasi muda terhadap penyalahgunaan narkoba ditampilkan melalui sebuah data yang menunjukkan prevalensi kenaikan penggunaan barang berbahaya tersebut di kalangan remaja. Apalagi, ada modus baru penyebaran narkoba, yaitu melalui vape, mengakibatkan para remaja lebih mudah terjerat.
Namun, anak usia remaja juga menjadi pihak yang seharusnya berperan aktif dalam menghadapi ancaman narkoba. Pak Teguh menjelaskan lima cara yang bisa ditempuh: menjadi role model untuk teman sebaya, meningkatkan pengetahuan, mengedukasi teman, membangun lingkungan yang simpatik, dan melaporkan peredaran narkoba.
Menurut Pak Teguh, selain faktor individu, lingkungan keluarga dan teman sebaya juga memengaruhi pergaulan seorang anak. Lingkungan yang positif akan melahirkan anak dengan kepribadian yang baik. Oleh sebab itu, batasan dalam pergaulan menjadi satu hal yang sangat penting.
Sebagai penutup, Pak Teguh berpesan agar anak-anak senantiasa memegang teguh nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Tak kalah penting, beliau juga mengingatkan mereka untuk selalu waspada dan tidak mudah mempercayai orang asing.

Deteksi Dini: Bentuk Kepedulian dan Perlindungan untuk Anak
Setelah sesi sosialisasi ditutup, anak-anak diarahkan kembali ke kelasnya masing-masing. Nantinya, mereka akan dipanggil per kelas untuk tes urine dalam rangka deteksi dini penggunaan narkoba.
Bagi sekolah, tes urine ini bukan sekadar pemeriksaan, melainkan salah satu bentuk perlindungan dan kepedulian agar anak-anak senantiasa terjaga, berada dalam pergaulan yang sehat, dan mampu menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat membahayakan masa depan.
Membentengi Diri, Menjaga Generasi
Melalui sosialisasi bersama BNN, anak-anak jadi lebih memahami peran penting mereka dalam menghadapi narkoba. Mereka diajak untuk menjaga diri, bijak memilih pergaulan, berani menolak ajakan yang berisiko, serta saling mengingatkan demi terciptanya lingkungan yang sehat.
Sementara itu, tes urine membantu anak-anak lebih bertanggung jawab atas dirinya. Harapannya, mereka bisa konsisten untuk selalu membentengi diri dari pengaruh buruk, termasuk narkoba, dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan memiliki kehidupan yang baik.

JHS GIS 3 Jogja ingin menciptakan budaya sekolah yang mendukung perilaku sehat dan positif serta menumbuhkan lingkungan belajar yang suportif dan aman. Sosialisasi dan tes urine menjadi satu cara untuk mendeteksi perilaku penyalahgunaan narkoba agar bisa segera diambil tindakan ketika ada yang teridentifikasi. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

