Yogyakarta – Sebuah replika Ka’bah tampak menonjol di tengah lapangan basket pagi ini. Sementara itu, di selasar, siswa grade 9 Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JHS GIS 3 Jogja) terlihat berkumpul dengan mengenakan pakaian serba putih.
Seluruh pemandangan tersebut menandakan bahwa kegiatan Manasik Haji akan segera diselenggarakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 April 2026, pukul 07.30–09.00 WIB.
Gema Talbiyah di JHS GIS 3 Jogja
Mengenakan pakaian putih layaknya ihram yang khas dikenakan ketika haji, siswa-siswi kelas 9 berkumpul di selasar untuk mendengarkan arahan dari guru terkait Manasik Haji yang akan segera mereka laksanakan.

Mereka ditempatkan dalam kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 5–6 orang. Masing-masing kelompok mewakili suatu provinsi di Indonesia, misalnya Jawa Barat, Aceh, dan Lampung.
Di lapangan, lima pos manasik haji telah ditata rapi, meliputi Arafah, Muzdalifah, Jamarat (Mina), Ka’bah, serta Bukit Safa dan Marwah. Di setiap pos, seorang guru hadir untuk mendampingi dan membimbing siswa melalui setiap rangkaian kegiatan.
Kalimat talbiyah yang kerap dilantunkan jemaah haji mengalun pelan sebagai suara latar yang menambah syahdu suasana. Suasana ini menuntun siswa lebih khusyuk dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Ketika nama kelompoknya dipanggil, siswa segera bersiap-siap. Barisan yang rapi terbentuk, ketua kelompok berdiri paling depan sembari membawa papan nama kelompoknya. Lembut sinar mentari menyentuh kulit ketika mereka mulai melangkahkan kaki memasuki lapangan.
Perjalanan diawali dari Arafah. Di sana, Ms. Nisa menyambut siswa dengan penjelasan tentang wukuf, ibadah yang dilaksanakan di Arafah. Siswa pun melafalkan doa dari selembar kertas yang mereka bawa. Selesai berdoa, mereka pun menuju Muzdalifah.
Berikutnya, siswa dihadapkan dengan tiga buah pilar yang merupakan representasi dari Jamhrah Ula, Jamrah Wustha, dan Jamrah Aqabah. Ketiga pilar tersebut dilempari dengan kerikil-kerikil sebagai wujud pelaksanaan lempar jamrah dalam ibadah haji.

Ka’bah yang diletakkan di tengah lapangan menjadi tujuan berikutnya. Menyerupai pelaksanaan haji yang sebenarnya, siswa mulai melangkah perlahan mengitarinya, menjalani tawaf hingga genap tujuh putaran.
Bukit Safa dan Marwah diwakili oleh papan penanda yang saling terhubung dengan rantai pembatas. Siswa harus berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali bolak-balik, dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Marwah.
Sa’i di Bukit Safa dan Marwah merupakan akhir dari perjalanan Manasik Haji di JHS GIS 3 Jogja. Seluruh tahapan ibadah telah dilalui siswa dengan baik. Mereka meninggalkan lapangan sembari menggenggam dan mengingat satu pembelajaran baru yang bermakna.

Menenun Adab dalam Balutan Ihram Putih
Kegiatan Manasik Haji di JHS GIS 3 Jogja bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara ibadah haji, mulai dari memakai pakaian ihram dan alur peribadatan di Tanah Suci.
Di samping itu, kegiatan ini turut memberikan pengalaman pembelajaran yang berkesan. Mempraktikkan materi secara langsung membuat pelajaran lebih melekat dalam ingatan siswa sehingga tidak hanya paham konsep, tetapi mampu menjalankan praktiknya dengan tepat.
Penyelenggaraan Manasik Haji adalah bentuk nyata implementasi Pilar Keislaman di JHS GIS 3 Jogja. Dengan mengaplikasikan pilar ini, sekolah berupaya mencetak generasi masa depan yang bermoral dan berakhlak mulia. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

