Empowering Students Through Literacy Programs at JHS GIS 3 Jogja

Yogyakarta – Literasi merupakan keterampilan utama untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kualitas individu bisa meningkat ketika mereka mampu memahami suatu informasi dan mengolahnya dengan bijaksana. 

Menyadari pentingnya literasi, Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JH GIS 3 Jogja) pun menyelenggarakan sejumlah program literasi sepanjang semester 1. Setiap program dikemas dalam bentuk yang berbeda sehingga anak senantiasa memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan dari aktivitas literasi di sekolah.

Berkenalan Sekilas dengan Literasi

Terkadang, literasi dipahami sebagai kegiatan membaca buku. Namun, literasi lebih daripada itu. Literasi merupakan praktik mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi, dan mengomunikasikan informasi yang diperoleh dari bacaan. 

Potret anak-anak sedang berdiskusi tentang buku yang mereka baca
Potret anak-anak sedang berdiskusi tentang buku yang mereka baca (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Di era fast-changing world saat ini, arus informasi membanjiri dan memaksa kita untuk bisa memilih dan memilah informasi yang akurat. Pada posisi ini, literasi lah yang melatih kita agar bisa berpikir kritis dan mengambil keputusan terbaik berlandaskan validitas informasi.

Mengintip Program Literasi di JHS

JHS menanggapi era ini dengan berbagai jenis program literasi, mulai dari membaca buku sampai Literacy Performance. Ada yang dilaksanakan setiap hari, ada juga yang digelar di tanggal tertentu. 

Pertama-tama, kecintaan terhadap buku perlu ditanamkan. Maka lahir lah program Drop Everything And Read (DEAR) yang mengajak seluruh siswa dan guru membaca selama 15 menit setiap harinya. Meski sederhana, program ini membantu membentuk kebiasaan membaca di kalangan siswa.

Didampingi seorang guru, anak-anak berkreasi membuat Literary Wall Magazine
Didampingi seorang guru, anak-anak berkreasi membuat literary wall magazine (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Tahap berikutnya ialah pengembangan literasi. Ada program Book Discussion yang berupa diskusi kelompok untuk menganalisis bacaan dan merefleksikan isi buku dengan keseharian. Selain berpikir kritis, program ini juga mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan diri siswa.

Literacy Performance dirancang agar kegiatan literasi terasa lebih menyenangkan, tidak kaku, dan tidak membosankan. Di sini, siswa akan menyuguhkan pertunjukan kreatif berupa dramatisasi adegan dari buku yang mereka baca. 

Selain seni pertunjukan, anak-anak juga menyulap isi buku menjadi karya seni rupa dalam program Illustrating the Story. Mereka diberi kebebasan untuk menggambar adegan, tokoh, atau pesan yang paling berkesan dari buku bacaan masing-masing. Program ini sekaligus memberi anak kesempatan untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaannya.

Potret literary wall magazine karya salah satu kelompok siswa
Potret literary wall magazine karya salah satu kelompok siswa (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Di Literary Wall Magazine atau majalah dinding literasi, tiap kelompok bebas berkreasi membuat ringkasan cerita, ulasan, pesan moral, sampai profil penulis. Nantinya, hasil karya mereka akan dipasang di area sekolah agar bisa dinikmati oleh teman-teman lain.

Terakhir, ada Kunjungan Perpustakaan yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Untuk semua mata pelajaran, siswa akan diajak mengunjungi perpustakaan sekolah supaya mereka bisa memperoleh referensi yang beragam. Dengan begitu, kekayaan wawasan dan pengetahuan mereka juga semakin bertambah.

Ragam program literasi di atas menunjukkan bagaimana JH GIS 3 Jogja bersikap tanggap terhadap tantangan terkini dan berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak dari sisi akademis dan kreativitas. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *