Empowering Youth: JH GIS 3 Jogja Equips Students with Healthy Social Skills through Life Skill Training

Yogyakarta – Siswa Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JH GIS 3 Jogja) sedang memasuki masa remaja, sebuah fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik dan hormonal yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka.

Oleh karena itu, di kesempatan kali ini, sekolah menyelenggarakan Life Skill Training bertema “Remaja Hebat Bergaul dengan Sehat” sebagai sarana untuk memberi pemahaman dasar kepada siswa tentang pergaulan yang baik di masa remaja.

Kegiatan ini digelar pada hari Senin, 15 Juni 2026, pukul 10.30–12.00 WIB. Pembicara dari biro psikologi bernama Fokus Psychology Center pun digaet untuk menemani dan mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.

Dengan materi yang berbeda, siswa putra dan putri mengikuti Life Skill Training di ruangan yang berbeda. Siswa putri berada di Aula JHS, sedangkan siswa putra di ruang Social Studies. Mereka diajak memahami berbagai hal yang berkaitan dengan fase kehidupan mereka saat ini, yaitu remaja.

Seluruh siswa laki-laki berkumpul di Social Studies untuk mengikuti Life Skill Training
Seluruh siswa laki-laki berkumpul di Social Studies untuk mengikuti Life Skill Training (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Di ruangannya masing-masing, mereka dipecah lagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan sekitar tujuh orang. Tujuannya, agar setiap peserta dapat berpartisipasi secara aktif dan lebih mudah dirangkul oleh setiap pendamping dari biro psikologi.

Ice breaking menjadi pembuka yang seru dan asyik sehingga semangat siswa tetap terjaga. Siswa bermain “Tepuk Nyamuk” secara berpasangan. Permainan ini mengharuskan mereka menjaga fokus dan konsentrasi: nyamuk harus menghindari tangkapan manusia, manusia harus menyimak setiap instruksi yang diberikan.

Masuk ke sesi materi, siswa mengeksplorasi kehidupan remaja lewat permainan “Mitos atau Fakta”. Melalui sejumlah pernyataan yang sudah disiapkan pembicara, siswa menguji pemahaman mereka tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan remaja.

Permainan “Mitos atau Fakta” mengajarkan siswa berbagai hal, seperti batasan diri dan komunikasi asertif, dengan cara yang menyenangkan. Pengetahuan ini menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka menuju kedewasaan.

Potret siswa melakukan FGD bersama pendamping dari Fokus Psychology Center
Potret siswa melakukan FGD bersama pendamping dari Fokus Psychology Center (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Selanjutnya, siswa diminta untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama kelompoknya masing-masing. Pendamping hadir di setiap kelompok sebagai pemantik diskusi yang menciptakan suasana nyaman untuk berbagi pendapat.

Perwakilan dari setiap kelompok kemudian memaparkan hasil diskusi mereka. Sebagian besar sepakat bahwa boundaries dan komunikasi asertif adalah kunci untuk menghindari toxic relationship maupun perilaku manipulatif.

Setelah mendengarkan berbagai pendapat siswa, pembicara memberikan apresiasi sekaligus menekankan pentingnya kontrol diri. Ia menjelaskan bahwa kontrol diri mencakup tiga aspek, yaitu kontrol kognitif (pikiran/mindset), kontrol perilaku, dan kontrol keputusan.

Terakhir, ada refleksi singkat dari siswa. Mima, salah satu siswa putri, mengatakan dirinya merasa kegiatan ini bermanfaat karena memberinya pemahaman lebih jauh tentang boundaries, komunikasi asertif, dan toxic relationship. Jadi, dia bisa menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh orang lain.

Seorang siswa menyampaikan hasil FGD kelompoknya
Seorang siswa menyampaikan hasil FGD kelompoknya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Langkah JH GIS 3 Jogja dalam menyelenggarakan Life Skill Training tentang pergaulan sehat remaja merupakan upaya konkret sekolah untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, berkarakter, dan cerdas dalam menanggapi berbagai situasi dalam kehidupannya. []

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *