Yogyakarta – Selama dua hari (Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026), 32 siswa baru Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JH GIS 3 Jogja) mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Omahe Simbok, Pentingsari.
Jumat pagi itu, mereka datang dengan tas-tas yang tampak berat dan penuh. Langkah kaki membawa anak-anak itu ke basement hall Primary untuk berkumpul dan menghimpun seluruh barang bawaan. Selain pendampingan oleh teachers, sebanyak 17 panitia dari OSIS dan Pasukan Inti (PI) turut terlibat merancang kegiatan.
Sejak awal, anak-anak sudah dilatih untuk memimpin, dimulai dari memimpin dirinya sendiri melalui aktivitas mempersiapkan dan mengemas barang yang akan dibawa. Memasuki agenda departure ceremonial, mereka menunjukkan kedisiplinan penuh dengan sikap khidmat dan badan yang tegap.

Selesai dengan agenda seremoni, anak-anak bersiap untuk berangkat ke lokasi kegiatan. Pembagian bus dan teman perjalanan dilakukan secara acak, mendorong mereka untuk beradaptasi dan memulai interaksi dengan teman-teman baru yang mungkin belum sempat mereka kenali lebih dalam sebelum ini.
Tantangan sebagai Ruang Bertumbuh
Tiba di Pentingsari, anak-anak kian ditempa dengan rangkaian agenda yang mendorong lahirnya jiwa kepemimpinan, diawali dengan menata barang bawaan di ruang Joglo masing-masing sampai mengumpulkan benda yang ditentukan. Praktik semacam itu melatih siswa untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab melalui tindakan sederhana.
Berikutnya, ada penilaian Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang bertujuan untuk mengevaluasi kedisiplinan dan kekompakan anak. PBB mengajarkan mereka mematuhi instruksi dan melatih konsentrasi serta ketenangan dalam bertindak.

Setelah menyimak materi pada sesi Praktik: Bangun Karakter Hebat, kekompakan mereka diuji lewat tantangan estafet kelereng menggunakan kertas. Dari sini, mereka memahami bahwa keberhasilan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga kerja sama tim dan strategi yang dipilih.
Membentuk Pemimpin dengan Akhlak dan Integritas
Kepemimpinan tidak terlepas dari nilai-nilai keislaman. Seorang pemimpin sudah seharusnya memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Dengan begitu, kekuasaan yang mereka emban dilihat sebagai amanah untuk menegakkan keadilan, bukan sarana menguntungkan diri sendiri.
Pelaksanaan LDKS turut diisi dengan sejumlah kegiatan berlandaskan Islam, mencakup salat wajib, salat Jumat, murojaah, kultum, zikir, dan doa. Kegiatan-kegiatan ini menjadi ruang introspeksi diri sekaligus pembentukan akhlak supaya anak bisa menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu mengendalikan diri.

Belajar Memimpin dari Aktivitas Sederhana
Nilai kepemimpinan juga ditanamkan melalui clean up and change, pengecekan barang oleh teachers, sampai persiapan pentas seni (pensi). Aktivitas-aktivitas kecil itu mendorong anak untuk belajar aware dengan sekitar, menentukan prioritas, bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat, dan berbagi peran dengan teman-temannya.
Fun outbound yang dirancang oleh panitia siswa OSIS dan PI menghadirkan tawa sekaligus semangat. Beragam games yang menyenangkan, seperti estafet bola dan memindahkan air dalam cup menggunakan kain, menjadi wadah untuk belajar mengambil keputusan, mengatur tim, dan memecahkan masalah lewat pengaturan strategi.
Malamnya, api unggun yang menari-nari menyebarkan kehangatan kepada orang-orang di sekelilingnya. Saat inilah anak-anak menyuguhkan penampilan yang telah dipersiapkan dengan matang, sebuah momen yang mengajarkan mereka melawan rasa takut, memanajemen waktu, mengembangkan kreativitas, dan membagi tugas.

Rangkaian aktivitas intensif sepanjang hari pertama ditutup dengan Caraka Malam. Secara berkelompok, anak-anak harus berhenti di lima pos dan menyelesaikan setiap misi selama durasi yang sudah ditentukan.
Menutup LDKS, Membawa Bekal Kepemimpinan
Agenda river adventure mengajak seluruh peserta LDKS bersenang-senang di tepi sungai. Bukan hanya bermain air, mereka juga melakukan short ice breaking dan permainan godness circle yang melatih fokus dan menumbuhkan empati, apresiasi serta membangun hubungan yang baik antarsiswa.
Post-test mengakhiri pelatihan kepemimpinan ini dengan refleksi dan evaluasi yang bermakna, memastikan setiap anak memahami esensi kegiatan ini. Sebagai penanda berakhirnya LDKS, dilaksanakan upacara penyematan pin dan penutupan yang berlangsung dengan penuh khidmat sekaligus kelegaan setelah berhasil melalui dua hari yang padat.

LDKS merupakan kegiatan yang rutin diadakan untuk siswa baru di JHS GIS 3 Jogja. Melalui kegiatan yang intens selama 2 hari 1 malam, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mampu bekerja sama dan berkomunikasi serta memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

