Yogyakarta – Anak-anak grade 8 Junior High Global Islamic School 3 Yogyakarta (JH GIS 3 Jogja) tampak sibuk sejak pagi. Mereka berkutat di stan masing-masing, menyiapkan berbagai kebutuhan untuk berjualan.
Hari ini, Kamis, 15 Oktober 2026, mereka akan melaksanakan kegiatan bertajuk Entreprenuria 2026 di Lapangan Futsal pada pukul 07.30–11.00 WIB. Kegiatan ini turut dihadiri oleh orang tua siswa grade 8 dan jajaran pimpinan GIS 3 Jogja.
Ada yang unik dan menarik dari kegiatan Entrepreneuria, yaitu anak-anak yang berjualan mengenakan pakaian dan menyajikan kuliner khas dari berbagai negara di dunia. Tahun ini, cita rasa dari delapan negara—di antaranya Belgia, Meksiko, Korea Selatan, dan Spanyol—dihadirkan melalui warna-warni hidangan yang tersaji.

Langkah Awal Para Entrepreneur Muda
Entrepreneuria mengajak anak mempelajari proses panjang dunia bisnis. Sejak bulan September, mereka sudah diberi materi tentang business plan dan kewirausahaan sebagai pengenalan awal.
Anak-anak juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama tim ketika mereka mendiskusikan produk yang akan dijual, bahan dan cara produksi, nama brand, sampai strategi penjualan produk.
Pukul 07.30 WIB, Entrepreneuria 2026 dibuka dengan bear witness, nyanyian “Indonesia Raya” dan “Mars GIS”, pembacaan doa, serta sambutan singkat dari Ms. Dea, Kepala Sekolah JH GIS 3 Jogja.

Gemuruh tepuk tangan tamu undangan mengiringi pemotongan pita sebagai tanda dimulainya agenda hari itu. Performance berupa tari kreasi dari tiap kelompok berhasil menciptakan suasana yang ceria dan menghibur sebelum aktivitas jual beli berlangsung.
Aktivitas jual beli mengajarkan anak untuk berbagi peran. Ada yang bertugas mengolah makanan, menyiapkan pesanan, sampai melayani pembeli. Dari sini, mereka belajar mendelegasikan tugas secara proporsional sekaligus bertanggung jawab atas tugas yang diembannya.
Memasuki pukul 09.00 WIB, pembeli mulai berdatangan, dimulai dari grade 7 dan 9, disusul grade 4, 5, dan 6. Begitu tiba di lokasi, mereka langsung menyerbu stan yang berjajar rapi di sisi lapangan dan memilih kuliner yang menggugah selera.

Masing-masing anak dibekali sebuah stik es krim yang berfungsi layaknya voucer belanja. Stik itu bisa ditukar dengan satu item dari stan favorit mereka—boleh stan yang kulinernya dinilai paling lezat, dekorasinya paling cantik, maupun pelayanannya paling ramah.
Semakin siang, meja yang tadinya dipenuhi beragam produk mulai tampak kosong, menandakan produk-produk itu telah ludes terjual. Anak-anak bisa melepas penat sejenak setelah menit demi menit mereka lalui dengan kesibukan melayani pembeli.
Perolehan pendapatan hari ini kemudian dihitung dan dicatat dalam formulir perhitungan penjualan. Terakhir, Entrepreneuria ditutup dengan apresiasi bagi para entrepreneur muda yang telah mencurahkan seluruh ide, tenaga, dan kreativitas sejak awal kegiatan ini.

Merintis Langkah, Menyemai Masa Depan
Di era disrupsi ekonomi seperti sekarang ini, kemampuan berwirausaha menjadi salah satu hal penting. Pendidikan Kewirausahaan membantu anak untuk lebih berdaya dalam menghadapi tantangan perekonomian saat ini.
Perjalanan panjang Entrepreneuria diharapkan bisa mendorong lahirnya jiwa wirausaha dalam diri anak sekaligus melatih kreativitas dan inovasi serta memperkuat karakter mereka sebagai future leader di bidang ekonomi. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

